Dalam rangka acara Bersih Desa – Sedekah Bumi, yang akan di laksanakan oleh masyarakat Desa Jatimalang, Kel. Joho, Kec, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah ini, acara puncaknya akan di sajikan hiburan segar untuk masyarakat sekitarnya yakni, pagelaran seni budaya wayang kulit dengan menampilkan dalang Milenia Indonesia, K.R.A.Ki.H. Gunarto Gunotalijendro.SH.MM.

Acara Bersih Desa-Sedekah Bumi yang puncaknya penyajian hiburan segar seni budaya wayang kulit ini nantinya akan berlangsung pada hari Sabtu (Malam Minggu), tanggal 30 Agustus 2025, mulai pukul 20.00 WIB s/d selesai, dengan menampilkan lakon pewayangan “Banjaran Resi Subali”. Wahh….sebuah lakon seni budaya wayang kulit yang sangat menarik serta sangat di nantikan oleh para masyarakat pecinta dan penggemarnya di manapun berada.

Apalagi yang akan membawakan lakon pewayangan ini nantinya adalah sosok dalang sejuta prestasi serta peraih berbagai penghargaan baik dari dalam negeri maupun dari berbagai belahan negara lain. Sungguh luar biasa…..
Belum lama ini dalang duta budaya Internasional, K.R.A.Ki.H.Gunarto Gunotalijendro.SH.MM, berkat aksi dan kiprahnya di dunia pakeliran, Kedaton Nusantara Jayakarta telah berkenan memberikan penghargaan prestisius , yakni DATUK DIRAJAWALI MANGGALA SASTRADIRAJA. Sebuah pencapaian prestasi yang luar biasa berkat aksinya dalam mengemban misi memperkenalkan seni budaya wayang kulit asli warisan leluhur bangsa Nuswantoro tersebut ke mancanegara.

Selain dari Kedaton Nusantara Jayakarta, dalang Milenial Indonesia ini juga memperoleh penghargaan kenaikan pangkat dari Keraton Kasunanan Surakarta. Penghargaan yang berupa kenaikan pangkat ini langsung di serahkan oleh Sinuwun Pakoe Buwono ke XIII kepada K.R.A. Ki.H.Gunarto Gunotalijendro.SH.MM, di Keraton Surakarta Hadiningrat. Wahh….sebuah prestasi yang luar biasa….

Inilah sekilas sosok tokoh dunia pewayangan Resi Subali…Dalam dunia pewayangan, Subali dikenal dengan nama Guwarsi. Ia merupakan keturunan kedua dari Resi Gotama dari pertapaan Erraya atau Grastina. Ibunya bernama Dewi Indradi atau Dewi Windradi, seorang bidadari keturunan Bhatara Asmara. Sementara itu Resi Subali memiliki dua saudara kandung, bernama Sugriwa atau Guwarsa dan Dewi Anjani.

Lantaran kala itu mereka bertiga saling memperebutkan Cupumanik Astagina di dalam telaga Sumala, akhirnya mereka bertiga berubah wujud menjadi kera. Nah…untuk menebus kesalahan agar supaya bisa kembali berubah menjadi manusia, atas nasehat dan saran dari ayahandanya, Subali harus melakukan tapa ngalong (layaknya seperti kelelawar) di hutan Sunyapringga. Berkat ketekunan dan ketulusannya dalam menjalankan tapabratanya, Subali telah berhasil mendapatkan ilmu Aji Pancasona.

Dalam cerita pewayangan Resi Subali pernah mengalahkan seorang raja kejam dari Alengka, yakni Prabu Dasamuka. Bahkan kemudian hari Prabu Dasamuka pernah menjadi murid Resi Subali, tujuannya adalah ingin mendapatkan ilmu sakti Aji Pancasona milik Resi Subali.
Kala itu Resi Subali juga pernah berhasil menewaskan Prabu Maesasura, seorang raja raksasa yang memiliki bentuk berkepala kerbau dari kerajaan Gowa Kiskenda bersama saudara seperguruannya bernama Jatasura, yang memiliki wujud harimau. Kala itu mereka akan menghancurkan Suralaya, sebab lamarannya untuk memperistri Dewi Tara di tolak oleh Bhatara Indra. Nah….berkat persetujuan dari Resi Subali dan dewi Tara, kerajaan Goa Kiskenda akhirnya di serahkan kepada adiknya, yakni Sugriwa.

Bebera waktu kemudian karena adanya tipu daya dan hasutan yang di rancang oleh Prabu Dasamuka, Resi Subali merebut Dewi Tara serta istana Gowa Kiskenda dari tangan adiknya, Sugriwa. Bahkan selama berhubungan dengan dirinya, Dewi Tara mengalami kehamilan. Dengan bantuan Prabu Ramawijaya, Sugriwa akhirnya dapat kembali merebut Dewi Tara dan kerajaan Gowa Kiskenda dari kakaknya Resi Subali.

Karena kesalahannya tersebut Resi Subali akhirnya berhasil di binasakan oleh Prabu Ramawijaya. Sementara daya dari kesaktian Aji Pancasona yang dimiliki oleh Resi Subali berhasil hilang terhisap oleh senjata panah sakti milik Prabu Ramawijaya. Setelah Resi Subali sudah tidak ada lagi, Dewi Tara melahirkan seorang bayi yang berwujud kera dengan berbulu merah dan di beri nama, Anggada.

Sebuah lakon dunia pewayangan yang menarik untuk kita simak dan saksikan bersama secara langsung….. Apalagi yang akan membawakannya adalah sosok dalang Internasional yang memiliki berbagai penghargaan dan prestasi yang luar biasa, Kanjeng Raden Aryo Ki, H. Gunarto Gunotalijendro.SH.MM. Sementara yang belum bisa hadir ke lokasi secara langsung, tidaklah usah khawatir sebab acara pagelaran ini juga akan disiarkan secara langsung di channel Youtube: Andika Multimedia New dan Gatot Jatayu New…..Selamat menyaksikan….