{"id":894,"date":"2021-10-21T12:48:49","date_gmt":"2021-10-21T12:48:49","guid":{"rendered":"https:\/\/www.nuansasupranatural.com\/?p=894"},"modified":"2021-10-21T14:49:54","modified_gmt":"2021-10-21T14:49:54","slug":"keris-kutukan-mpu-gandring-tewaskan-lima-tokoh-besar-legendaris-kerajaan-singhasari-siapa-sajakah-mereka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.nuansasupranatural.com\/?p=894","title":{"rendered":"Keris Kutukan Mpu Gandring Tewaskan Lima Tokoh Besar Legendaris Kerajaan Singhasari. Siapa sajakah Mereka?"},"content":{"rendered":"<p>Keris kutukan dari Sang Mpu pembuatnya, terbukti dapat\u00a0\u00a0 mengubah jalannya sejarah. Tentunya sudah tidak asing lagi dengan cerita diatas. Ya\u2026senjata yang dimaksud tersebut adalah\u00a0 keris Mpu Gandring. Sekilas mungkin hanya sebilah keris biasa, tapi senjata satu ini ikut andil dalam membentuk skenario-skenario kerajaan Jawa zaman dulu. Ya, lewat keris ini sejumlah tokoh penting mati sehingga membuat sejarah berjalan seperti apa yang pernah kita baca.<\/p>\n<p>Keris satu ini memang sangat bertuah. Tak hanya berisi kekuatan besar, tapi ia diselimuti oleh kutukan. Mpu Gandring, sang kreator, bersumpah keris ini akan membantai Ken Arok dan orang-orang terdekatnya. Sumpah serapah ngeri itu terjadi sesaat setelah sang Mpu dihujam tubuhnya oleh Ken Arok oleh keris buatannya sendiri.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"SATU NY4W4 MELAYANG DI HUTAN INI....!!!#eksplore #hutanangker#tumbal\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/gQQBMXmuCEo?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Kutukan terbukti. Keris ini benar-benar membuat mati orang-orang terdekat Ken Arok. Bahkan termasuk Ken Arok sendiri. Dan berikut adalah sosok-sosok yang tewas oleh belati tajam keris sang Mpu yang mengerikan.<\/p>\n<ol>\n<li>Mpu Gandring, Korban Pertama Keris Terkutuk<\/li>\n<\/ol>\n<p>Gandring menyanggupi keris ini bakal jadi dalam sehari, namun mungkin karena ini adalah karya terbaiknya, sang Mpu pun menyelesaikannya agak lebih lama. Ken Arok sudah tak sabar menanti keris hebatnya, lalu menghampiri Mpu Gandring.<\/p>\n<p>Keris ini sudah jadi, bagus dan sakti, hanya saja Mpu belum menyelesaikan sarungnya. Tak butuh hal tersebut, Ken Arok memaksa meminta sang keris. Mpu bersikeras untuk menahannya, tapi Ken Arok lebih kuat. Hingga akhirnya sang calon raja berhasil merampas lalu kemudian menghujamkan keris itu ke perut sang Mpu. Sebelum mati kutukan pun bergulir. Tak peduli, Ken Arok pun menenteng keris ini dengan kebanggaan.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Agresif ....!!!|SOSOK HITAM KEBUN KOSONG...!!!#eksplore\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/twABm_g5oVE?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>2. Tunggul Ametung, Tujuan Keris Ini Dibuat<\/p>\n<p>Seorang pendeta bernama Lohgawe mengatakan barang siapa bisa menikahi Ken Dedes ia akan jadi raja besar. Ken Arok yang ambisius tentu saja sangat tertarik dengan tawaran menjadi penguasa ini, di samping Ken Dedes adalah seorang wanita yang cantik. Untuk memuluskan rencana itu, pertama-tama ia harus menyingkirkan Tunggul Ametung suami Ken Dedes.<\/p>\n<p>Akhirnya Arok memesan keris kepada Mpu Gandring. Setelah balada kematian sang Mpu yang dramatis, akhirnya Ken Arok mendapatkan keris sakti tersebut. Dan tanpa membuang banyak waktu, Ken Arok lewat sejumlah taktik licik berhasil menghujamkan keris bertuah ini. Tunggul Ametung pun jadi korban berdarah kedua keris ini.<\/p>\n<p>3. Ken Arok Mati Oleh Keris Pujaannya<\/p>\n<p>Kematian Tunggul Ametung jadi rahasia lama yang tak pernah terungkap. Hingga suatu ketika, Ken Dedes membongkarnya ketika Anusapati, anaknya dan Ametung, mendesak sang ibu. Geram dengan kelakuan ayah tirinya yang bengis, Anusapati pun mengirimkan utusan bernama Ki Pengalasan untuk membantai Arok yang saat itu sudah jadi raja.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Anusapati meminta keris bertuah tersebut ke tangan ibunya, lalu diserahkannya kepada Ki Pengalasan. Lewat taktik jitu, Ki Pengalasan berhasil menikam Ken Arok saat sedang bersantai. Sang eksekutor ini pun memberitahukan hal tersebut kepada Anusapati dan berbahagialah si anak Ken Dedes.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"MISTERI RUMAH TUA Ds.PESISIR | KITA BERANTAS TIPU DAYA BANGSA JIN DI RUMAH INI.#rumahkosong\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/nJex1MFa9JE?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>4. Anusapati Pun Mati Karena Keris Bertuah Ini<\/p>\n<p>Sepeninggal Ken Arok, Anusapati yang menjadi raja Singasari. Pengangkatannya yang cepat membuat beberapa keluarga tak suka, salah satunya adalah Tohjaya, anak dari Ken Arok dan Ken Umang. Entah bagaimana caranya, Tohjaya mengetahui jika Ki Pengalasan melakukan skenario keji yang diatur oleh Anusapati. Marah, Tohjaya merencanakan pembunuhan.<\/p>\n<p>Cerdiknya, Tohjaya mengelabuhi Anusapati dengan menghiburnya lewat sabung ayam. Terlalu asyik bermain, Tohjaya yang sebelumnya sudah meminjam keris terkutuk itu, langsung menghujamkan belati milik ayahnya ke dada Anusapati. Sang raja pun meninggal saat itu juga.<\/p>\n<p>5. Tohjaya Jadi Pemungkas Kutukan Keris Ken Arok<\/p>\n<p>Tohjaya mungkin tidak mati karena keris bertuah tersebut, namun ia masuk dalam rangkaian kutukan Mpu Gandring. Jadi, diceritakan jika Rangga Wuni, anak Anusapati, sangat geram dengan kematian ayahnya. Lalu, ia pun mengajak berkomplot Mahisa Campaka, putra mahkota kerajaan Kediri yang kekuasannya diambil Tohjaya.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"TERSESAT DI DIMENSI LAIN Part#2..!#eksplore #pulaulaki\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/-L6DZxO88Os?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Skenario terbentuk, dua orang ini pun menghimpun pasukan dan melakukan pemberontakan. Tohjaya yang tak menyadari hal ini pun kaget dan melakukan perlawanan seadanya. Ia tak langsung mati, hanya saja pertempuran dadakan itu membuatnya terluka berat. Dalam pelariannya, Tohjaya pun mati.<\/p>\n<p>Persis apa yang dikatakan Mpu Gandring, orang-orang di sekitar Ken Arok akan mati dengan keris bertuah ini. Anusapati, Tohjaya, semua orang dekat Ken Arok tewas mengenaskan. Kematian Tohjaya sendiri adalah pemungkas dari kutukan tersebut. Sungguh, sebilah keris saja mampu menciptakan huru-hara yang sedahsyat ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keris kutukan dari Sang Mpu pembuatnya, terbukti dapat\u00a0\u00a0 mengubah jalannya sejarah. Tentunya sudah tidak asing lagi dengan cerita diatas. Ya\u2026senjata yang dimaksud tersebut adalah\u00a0 keris Mpu Gandring. Sekilas mungkin hanya sebilah keris biasa, tapi senjata satu ini ikut andil dalam membentuk skenario-skenario kerajaan Jawa zaman dulu. Ya, lewat keris ini<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":895,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[39],"tags":[],"class_list":["post-894","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pusaka",""],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.nuansasupranatural.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/894","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.nuansasupranatural.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.nuansasupranatural.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nuansasupranatural.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nuansasupranatural.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=894"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.nuansasupranatural.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/894\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":905,"href":"https:\/\/www.nuansasupranatural.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/894\/revisions\/905"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nuansasupranatural.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/895"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.nuansasupranatural.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=894"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nuansasupranatural.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=894"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nuansasupranatural.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=894"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}