Menyambangi Kembang Lampir, Tempat Pertapaan Pendiri Kerajaan Mataram
Pertapan Kembang Lampir merupakan tempat semedi atau tapa atau laku prihatin Ki Ageng Pemanahan saat mencari petunjuk mengenai wahyu keraton. Kedua keturunan Brawijaya V, Ki
Majalah Online
Dalang Milenial Indonesia Meriahkan Acara “Indonesia Shadow Puppet Show” di New Zealand
Dalang Milenial Indonesia Akan nDalang di Alun-Alun, Wonosari, Gunung Kidul
Ketua Umum FKPPAI Hadiri Prosesi Ritual Akbar “Labuhan Segoro Kidul”
“Konser Wayang Milenial Indonesia” Akan Meriahkan Acara Napak Tilas Eyang Djoego
Tuk Bima Lukar, Mata Air Awet Muda
Tragedi Raden Pabelan, dengan Petualang Cintanya
Legenda dan Mitos Keberadaan Batu Semaur
“Dalang Milenial Indonesia” Akan Meriahkan HUT DKI Jakarta ke 499 Tahun
DPD FKPPAI Jawa Tengah Akan Gelar “Labuhan Segoro Kidul”
Mengulik Sekilas Makna Filosofi Keris Dhapur Jangkung
Pertapan Kembang Lampir merupakan tempat semedi atau tapa atau laku prihatin Ki Ageng Pemanahan saat mencari petunjuk mengenai wahyu keraton. Kedua keturunan Brawijaya V, Ki
Mangka Dhapur Sabuk Tampar, makranira Kenceng nora katawis, murad luwih gawatipun rahsane kaluwian, pan taetantu saka ing manahreki pribadi tan paran-paran kanugrahaning dumadi. Artinya makna
Pada tahun 1207 Dandang Gendis atau Sri Krtajaya Putra Mahkota kerajaan Kediri terakhir naik gunung Wilis untuk mengejar cintanya pada dewi Amisani anak Resi Brahmaraja.
Pesugihan bulu gendruwo memang kurang populer di masyarakat. Alasannya, untuk mendapatkan cukup sulit. Si peminat harus menyediakan masakan dari burung gagak yang diletakkan di bawah