Pagelaran seni budaya wayang kulit akan di sajikan “Konser Wayang Milenial Indonesia” dengan menampilkan tokoh pedalangan Indonesia K.R.A.Ki.H.Gunarto Gunotalijendro.SH.MM atau yang biasa di kenal sebagai Dalang Duta Budaya Internasional. Pagelaran seni budaya wayang kulit asli milik bangsa Nusantara ini akan di laksanakan dalam rangka Napak Tilas Eyang Djoego (Kyai Zakaria II), yang merupakan sebuah acara wisata religi menyusuri jejak perjuangan dan spiritual sang tokoh.

Pagelaran seni budaya wayang kulit yang sudah banyak di tunggu oleh para penggemarnya ini nantinya akan dilaksanakan pada hari Kamis (Malam Jumat), 2 Juli 2026, mulai pukul 20.00 WIB s/d selesai, bertempat di Padhepokan Eyang Djoego Sanggrahan, Jugo, Kesamben, Blitar, Jawa Timur, dengan menyuguhkan lakon: Tumuruning Wahyu Kawaskhitan.

Wahh…acara pagelaran seni budaya wayang kulit kali ini dapat di pastikan akan bakal sangat meriah. Apalagi selain yang membawakannya nanti adalah tokoh dalang yang sudah di kenal oleh penggemar dunia pakeliran, baik di Indonesia maupun di Mancanegara, juga acara pagelaran seni budaya wayang kulit ini juga akan di hadiri oleh bintang tamu, antara lain adalah: Duojo, Jo Klithik dan Jo Kluthuk.

Tentu saja pagelaran seni budaya wayang kulit ini dapat di pastikan akan memperoleh respon yang positif dari masyarakat penggemar budaya peninggalan leluhur kita ini. Hal tersebut karena lakon yang akan di sajikan oleh K.R.A.Ki.H.Gunarto Gunotalijendro.SH.MM, dalang pemecah Rekok MURI 2024 ini banyak di nantikan oleh para pecinta seni budaya wayang kulit, baik yang berada di Indonesia maupun Mancanegara.

“Dunia seni budaya wayang kulit memang wajib dan harus terus kita lestarikan agar supaya tidak punah di telan zaman yang sudah serba modern ini. Kita sebagai putra bangsa Indonesia harus sebaik mungkin membuat agar seni budaya wayang kulit yang merupakan asli warisan nenek moyang bangsa kita ini tetap dapat di nikmati oleh para regenerasi kita nanti. Saya tetap bersemangat untuk menduniakan seni budaya wayang kulit warisan leluhur bangsa kita yang sangat berharga ini,” kata K.R.A.Ki.H.Gunarto Gunotalijendro.SH.MM, dalang peraih penghargaan dari Konsulat Jendral San Fransisco USA ini semangat.

K.R.A.Ki.H.Gunarto Gunotalijendro.SH.MM, merupakan sosok dalang yang sudah cukup di kenal akan ketrampilann di panggung seni budaya wayang kuli yang luar biasat, baik di dalam maupun luar negeri. Hal tersebut beliau lakukan lantaran beliau memiliki niat dan semangat untuk memodernisasi dunia pewayangan dengan berbagai sentuhan milenial, agar supaya nantinya dunia pewayangan dapat di terima dan dinikmati secara langsung oleh para regenerasi kita.

Dalam aksi dan kiprahnya di panggung pakeliran, dalang peraih penghargaan prestisius “Datuk Dirajawali Manggala Sastra Diraja” dari MURTHI BUANA (Museum Rekor Dunia) ini sering juga menggunakan tiga bahasa, Inggris, Indonesia dan Jawa. Selain itu beliau juga memasukkan musik dan lagu-lagu yang sedang ngetrend di tengah masyarakat. Maksud dan tujuannnya adalah agar supaya seni budaya wayang kulit dapat selalu dinikmati dan menarik perhatian para kawula muda kita.

Dalam kiprahnya di panggung pakeliran, dalang peraih penghargaan dari Taht5a Suci Vatikan dan Persatuan Biarawan/Wati Dunia ini nampaknya juga telah mendapatkan keberhasilanny. “Konser Wayang Milenial Indonesia” telah dapat menciptakan suasana yang segar dan relevan dengan adanya perkembangan zaman yang kini sudah serba modern dan canggih. Dengan segala pencapaiannya tersebut, K.R.A.Ki.H.Gunarto Gunotalijendro.SH.MM, tidak hanya dapat menghidupkan kembali dunia pewayangan, akan tetapi juga dapat dan bisa mengubahnya menjadi sebuah bentuk seni yang terus berkembang dan relevan sesuai dengan peradapan zaman……Sungguh luar biasa ya guys.

“Wayang merupakan kebanggaaanku. Wayang adalah Jagadku dan hidup Wayang Indonesia untuk selamanya,” kata K.R.A.Ki.H.Gunarto Gunotalijendro.SH.MM, semangat.

Dalam lakon: Tumuruning Wahyu Kawaskitan, Sang Dalang akan mengisahkan tentang kisah atau cerita pewayangan yang berfokus pada penganugerahan anugerah Ilahi yang berupa kemampuan spiritual yang tinggi, kejernihan batin dan kebijaksanaan. Wahyu ini diyakini hanya dapat turun kepada seorang satria atau pemimpin yang telah banyak melewati berbagai ujian batin dan penyucian diri yang sangat berat.

Lakon ini sekilas menceritakan kisah perjalanan spiritual seorang tokoh ksatria yang berhasil mengendalikan nafsu duniawinya. Berkat keteguhan dan laku tapa bratanya, para Dewa di Khyangan Jonggring Salaka menganugerahkan wahyu Agung tersebut.

Dalam pementasannya, lakon ini biasanya akan diwarnai dengan perebutan wahyu dari dewa tersebut oleh pihak antagonis. Mereka menginginkan kesaktian tersebut untuk menguasahi dunia. Namun, lantaran niat mereka di landasi dengan keserakahan, ujungnya wahyu yang berasal dari para Dewa tersebut menolaknya dan memilih kepada Sang satria yang berhati tulus.

Wow…sebuah kisah dunia pewayangan yang luar biasa….Nah…mari guys kita semua hadir untuk menyaksikan acara besar ini sekaligus melekan semalam suntuk sambil menyaksikan aksi dan kiprah Dalang K.R.A.Ki.H.Gunarto Gunotalijendro.SH.MM, yang juga telah berhasil dengan suksesn menduniakan seni budaya wayang kulit milik bangsa kita ini. Nah…bagi yang belum sempat hadir secara langsung, tidaklah usah khawatir bab acara pagelaran seni budaya wayang kulit dalam rangka Napak Tilas Eyang Djoego ini juga akan disiarkan langsung melalui Channel Youtube: Andika Multimedia New dan Gatot Jatayu New. Selamat menyaksikan dan salam budaya untuk semuanya.