Penyatuan cita-cita dan usaha (Makna Impian): Dhapur Sempana berasal dari kata “Sumpena” atau “Supeno” yang memiliki makna adalah impian, cita-cita atau lamunan. Nasehatnya adalah manusia harus dan wajib untuk berani bermimpi (mempunyai visi) serta berusaha untuk mewujudkannya dengan kehati-hatian, perhitungan, serta kecurigaan yang positif (waspada) dalam melakukan setiap tindakannya.

Hidup makmur dan sederhana: Keris ini melambangkan doa agar supaya pemiliknya dpat mencapai taraf kehidupan yang makmur, harmonis dan memperoleh ketenangan. Kemakmuran yang di maksud di sini seringkali dikaitkan dengan sumber emas yang terus mengalir tanpa henti, namun di capai melalui laku prihatin (tirakat atau kesederhanaan).
Waspada dan proteksi diri: Tangguh Pajajaran dikenal mempunyai energi yang nggegirisi (disegani) dan acap kali dipadukan dengan pamor yang bersifat pelindung. Nasehatnya adalah agar supaya pemiliknya senantiasa mawas diri, waspada terhadap berbagai godaan, serta aman dari fitnah dan kejahatan (tolak bala).
Ketenangan spiritual: Sempana mengajarkan untuk tidak terburu-buru dalam bertindak, melainkan lebih mengutamakan ketenangan batin dalam mencapai tujuan.

Kepatuhan dan lebijaksanaan: Dalam budaya Jawa, keris Pajajaran yang lurus atau sempaner sering melambangkan kepatuhan, kejujuran dan sikap prajurit yang patuh pada pimpinannya atau raja.
“Secara keseluruhan keris Sempana Pajajaran memberikan nasehat kepada pemiliknya agar supaya menjadi manusia yang bijaksana, berhat i- hati, hidup sederhana, kendati demikian toh tetap wajib memiliki visi untuk meraih kemakmuran,”kata Ki Cokro ST, pakar perkerisan Internasional ini bersemangat.